Jakarta — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pernah secara terbuka menyebut bahwa Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memiliki lahan yang sangat luas di wilayah Aceh Tengah, yakni seluas sekitar 120.000 hektare (ha). Pernyataan ini dilontarkan Jokowi bukan dalam konteks pemerintah saat ini, melainkan ketika kedua tokoh masih berstatus sebagai capres dan cawapres pada Pemilu 2019.
Dalam video yang kini kembali menjadi sorotan publik, Jokowi menyampaikan informasi tersebut saat debat publik pada segmen yang membahas isu infrastruktur, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan pangan. Dalam kesempatan itu, Jokowi menjelaskan bahwa Prabowo menguasai tanah sangat luas di Aceh Tengah, yang ia gunakan sebagai contoh dalam diskusi mengenai distribusi tanah dan pengelolaan sumber daya di Indonesia.
Menurut Jokowi dalam debat tersebut, lahan tersebut bukan hanya besar, tetapi juga relevan untuk menggarisbawahi perbedaan pendekatan politik kedua kandidat terhadap pertanahan dan pembangunan sumber daya alam. Pernyataan itu kemudian menjadi bagian dari arsip debat pilpres, dan mendapatkan perhatian baru setelah videonya kembali beredar di media sosial beberapa hari terakhir.
Konteks Pernyataan
Pernyataan Jokowi itu muncul seiring dengan argumen politik pada masa kampanye pilpres 2019, ketika isu pertanahan dan distribusi lahan untuk rakyat kecil menjadi topik penting. Jokowi menilai bahwa kepemilikan tanah seluas itu oleh satu individu bisa menjadi bahan diskusi strategi bagaimana tanah dan sumber daya alam dikelola demi kepentingan publik.
Sementara itu, Prabowo sendiri pada debat tersebut mengakui kepemilikan luas lahan tersebut, tetapi menjelaskan bahwa lahan itu berada di bawah skema Hak Guna Usaha (HGU)—yang berarti secara formal tanah tersebut masih menjadi milik negara, dan ia hanya memegang hak pengelolaannya. Ia beralasan memiliki lahan tersebut dengan alasan ingin menjaga agar tidak dikuasai pihak asing, meskipun penjelasan detailnya tetap menjadi perdebatan politik saat itu.
Isu yang Lebih Luas
Topik lahan luas Prabowo di Aceh Tengah ini kemudian menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas tentang peran lahan besar dalam pembangunan dan lingkungan. Ada sorotan bahwa pengelolaan konsesi lahan seluas itu memiliki dampak lingkungan dan sosial di wilayah setempat, termasuk dalam konteks banjir dan perubahan penggunaan lahan di Aceh. Namun, detail dampaknya dan kaitannya dengan kepemilikan lahan tetap menjadi obyek diskusi terpisah di masyarakat.
Video debat yang menampilkan pernyataan Jokowi tersebut kini kembali menjadi bahan perbincangan di sejumlah platform digital, terutama di tengah sorotan terhadap isu lingkungan dan pertanahan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan